Jalan Tani dan Irigasi Rusak Akibat Pengerjaan Tol Bangkinang – Pangkalan, Emak – Emak Lakukan Aksi Demo HKI : Kami Akan Bertanggung Jawab

Kamparnews – SALO – Puluhan emak – emak warga Desa Ganting Damai Kecamatan Salo Kabupaten Kampar melakukan aksi demo mereka meminta pihak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor Pelaksana Tol Bangkinang – Pangkalan untuk memperbaiki irisagasi dan jalan tani yang rusak akibat dari dampak pengerjaan Tol tersebut tepat nya di STA 48. Parahnya puluhan Ha sawah digenangi material lumpur mengakibatkan petani gagal panen Senin (5/2/24).

Untuk menyampaikan aspirasi emak-emak ini mendatangi para pekerja yang lagi menyelesaikan pekerjaan jalan Tol. Salah seorang warga Desa Ganting Damai Munir kepada www.kamparnews.com mengungkapkan akibat dari pekerjaan jalan Tol ini jalan tani mengalami kerusakan, irigasi tidak lancar dan parahnya sawah para petani digenangi material lumpur dampak dari pekerjaan Tol tersebut.

”Permasalahan ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada pihak pengelola namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dan mereka bersikap acuh tak acuh maka hari ini kami melakukan aksi demo meminta pihak kontraktor jalan Tol ini untuk bertanggung jawab,”tegasnya.

Diungkapkannya, jalan yang tani selama ini digunakan oleh para petani untuk akses pulang pergi ke ladang saat ini dalam kondisi rusak parah.”Sebab truk pengangkut yang membawa material kebutuhan jalan Tol melewati jalan tani tersebut sementara mereka tidak ada niat untuk memperbaiki ditambah saat ini cuaca hujan sehingga mengakibatkan jalan semakin hancur,”terangnya.

Sementara itu pihak HKI selaku Kontraktor pengerjaan jalan Tol Bangkinang – Pangkalan melalui Humas Isnantiya Fauzi ketika dihubungi www.kamparnews.com mengungkapkan bahwa tuntutan warga desa tersebut telah dibicarakan bersama pihak Kades, Kadus dan BPD serta dihadiri masyarakat Desa Ganting Damai 1 (satu) bulan yang lalu.”Beberapa butir point telah disepakati diantara jalan dan irigasi menjadi tanggung jawab pihak HKI untuk memperbaiki dan kita mengakui jaluran irigasi tersebut tertutup material lumpur,”terangnya.

Dikatakannya untuk  menyelesaikan pekerjaan tersebut tentu butuh waktu.”Namun masyarakat mendesak untuk segera diselesaikan, akan tetapi terkait aksi hari ini saya sudah mendapat laporan pihak HKI sudah berada di lokasi untuk memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat,”terang Isnantiya Fauzi yang saat ini mengaku lagi cuti.*(Man)

Pos terkait