Kamparnews – BANGKINANGKOTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG, Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino, untuk itu diingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba yang diperkirakan berlanjut ke musim kemarau ekstrem.
Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan pada Rabu (8/4/26).
El Niño adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut diatas rata-rata normal di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timut. Fenomena ini bagian dari siklus iklim global (ENSO) yang menyebabkan pergeseran pola hujan, memicu kemarau panjang, kekeringan, dan risiko kebakaran hutan.
”Peringatan ini disampaikan menyusul potensi fenomena El Nino tahun ini yang diprediksi berdampak pada kekeringan, ancaman karhutla, serta gangguan terhadap sektor pertanian,”terangnya.
Dikatakannya diperkirakan El Nino berlangsung mulai Juni hingga Oktober dan ini berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem bahkan juga akan memasuki masa pancaroba yang juga berpotensi memunculkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu bencana banjir maupun longsor
” Untuk itu BPBD bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait telah meningkatkan koordinasi guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu dan menegaskan larangan membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran meluas,”tegasnya.(adv)





