Kamparnews – BANGKINANGKOTA – Kabupaten Kampar memiliki Pasar Inpres yang letaknya cukup strategis dan kedepan akan kita wujudkan menjadi pusat perdagangan dan ekonomi masyarakat. Langkah awal yang akan kita lakukan adalah dengan menata kembali sehingga para pedagang yang berjualan di pasar Inpres Bangkinang khusunya pedagang kaki lima nantinya bisa aman dan nyaman, sehingga ekonomi kerakyatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Demikian disampikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar, saat memimpin rapat Fasilitasi Pedagang Plaza Bangkinang diruang rapat lantai III kantor Bupati Kampar Bangkinang Kota, Selasa (15/4/25).
Dikatakannya saat ini kondisi pasar Inpres Bangkinang dalam pengelolaannya belum maksimal khusunya pedagang kaki lima hal ini terlihat dari kurangnya kebersihan dan UMKM di lokasi eks terminal, dan kenyamanan para pembeli dan termasuk masyarakat yang melewati Jalan Datuk Tabano yang membelah Plaza Bangkinang.
” Bahkan didalam area eks terminal tempat pedagang menggelar dagangannya, bahkan di area jalan Dt Tabano saat ini juga sudah dijadikan tempat jualan dan setelah jualan seperti meja-meja sampai tempat kandang ayam, masih berserakan dan kurang bersih,”ucapnya.
” Maka dari itu saya berharap kepada pengelola pasar terutama PT. Makmur Permata Putra (MPP), dan Asosiasiasi Pedagang Pasar serta para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar sehingga tidak terlihat kumuh,”tegasnya.
Senada dengan hal tersebut Sektretaris Daerah Kabupaten Kampar Hambali, menilai pasar Inpres saat ini terlihat kurang bersih dan tidak nyaman.
” Dengan demikian, kedepan yang utama diminta pengelola dapat memperhatikannya. Karena kerjasama pada tahun 2025 ini telah memasuki tahun ke-11, dan hanya tinggal 14 tahun lagi dalam kontrak 25 tahun dengan Pemda Kampar,”terangnya
Sementara itu Manager PT. MPP Suryanto selaku pengelola menyampaikan, bahwa pada saat ini memasuki tahun ke-11 pengelolahan pasar Ramayana Bangkinang, Suryanto menyebut bahwa Investasi mereka sudah 100 persen , namun penjualan masih 60 persen.
” Hal ini diakibatkan oleh rendahnya penjualan unit kios, dan tingkat unian kurang dan semakin tahun semakin berkurang, apalagi semenjak terjadinya Covid. Hal ini juga diakibatkan meningkatnya penjualan secara Online,”ungkapmya.
Untuk itu kedepan pihaknya berencana akan berupaya untuk membuat program menarik minat dan daya tarik masyarakat. ” Seperti akses parkir lantai II, pendirian Bioskop dan Biliar Keluarga,”ucapnya.
” Untuk pasar Inpres eks terminal seluas 4.608 m2 yang masih kumuh, kedepan kami juga akan berencana membangun pasar terbuka dan higianis untuk sebanyak 384 pedagang UMKM, pedagang ikan dan sayur,”tambahnya.

Ketua Asosisiasi pedagang pasar Inpres Safruddin mendukung rencana pengelola pasa Inpres. ” Namun pedagang dalam Blok B merasa sulit, sampai saat ini tidak adanya daya jual di Blok B, hal ini tindak lanjut utama adalah penertiban lokasi parkir,”terangnya.***(rls/Mil)





